Sebagimana propinsi lain di Kalimantan, Dinas Peternakan Propinsi Kali-mantan didukung dengan instansi terkait yang membidangi pem-bangunan di Propinsi Kalimantan Selatan sepakat untuk mengendalikan bahkan membebaskan beberapa penyakit strategis yang bersifat zoonosis diantaranya adalah Avian Influenza dan Rabies. Melalui sistem surveilans dan profiling, itik alabio di 3 kabupaten dapat dikatakan sudah bebas dari infeksi Avian Influenza. Dengan demikian tidak ada keka-watiran pengiriman bibit itik alabio bagi propinsi lain karena tidak di-temukan virus AI H5N1 pada itik alabio. Surveilans telah dilakukan dengan baik melalui kerjasama dengan BPPV Regional V Banjarbaru dengan dukungan dana dari FAO yang bersumber dana dari IDP (internationale duth partnership)
Dalam tahun 2010, Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan akan mengalokasikan anggaran dalam mendukung pembebasan propinsi ini dari penyakit Avian Influenza. Surveilans akan dilakukan intensif pada sector 4, 3, 2 dan sektor 1. Penelusuran yang dilakukan di desa-desa yang pernah tertular AI oleh PDSR tidak menemukan lagi kasus klinis AI di lapangan. Surveilans dan pengujian laboratorium diperlukan untuk membuktikan bahwa propinsi ini memang telah bebas dari Avian Influenza.
Dalam Rapat Kerja Evaluasi penyakit zoonosis yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan, yang diikuti oleh para Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dan BPPV Regional V Banjarbaru, Kepala Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan Selatan, Maskamian Andjam juga mengingatkan kepada para Kepala Dinas di Kabupaten/Kota se Kalsel agar juga meningkatkan alokasi anggaran bagi pengendalian penyakit zoonosis lainnya seperti rabies. Juga perlu diwaspadai kemungkinan masuknya anthraks dari sapi-sapi yang masuk secara illegal ke Kalimantan Selatan dari Sulawesi Selatan. Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian penyakit zoonosis adalah peningkatan kualitas RPH/RPU di tiap kabupaten/kota, yang menunjang kualitas daging yang ASUH, bebas dari berbagai kuman pathogen seperti Salmonella enteritidis, Staphylococcus aureus maupun Streptococcus sp. dan bebas dari pemalsuan.
|