Anggota DPR RI Komisi IV didampingi oleh Tim Kementerian Pertanian RI pada tanggal 21-22 Juni 2010 melakukan Kunjungan Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan agenda pertama yaitu pertemuan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, DPRD, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan dan Kelautan, BULOG, Fakultas Peternakan UNRAM, kelompok tani ternak dan instasi lainnya. Pada acara tersebut Gubernur Nusa Tenggra Barat menyampaikan penjelasan terkait dengan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) dihadapan anggota Komisi IV DPR RI, kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Bapak Direktur Jenderal Peternakan mengenai Program Swasembada Daging Sapi untuk Provinsi NTB dan dukungannya terhadap program BSS.
Didalam sambutannya Gubernur NTB menjelaskan bahwa kegiatan BSS sudah dilaksanakan dengan seoptimal mugkin dengan indkator target keberhasilan peningkatan populasi sapi potong dari 546.144 ekor pada tahun 2008 menjadi 683.347 ekor pada tahun 2010. Adapun solusi yang dilaksanakan guna mencapai target yang ada yaitu dengan peningkatan pengadaan sapi indukan, pengendalian pemotongan sapi betina produktif (pemotongan 20 % menjadi 10 %), peningkatan kualitas kebuntingan pada sapi indukan (jarak beranak 17 bulan menjadi 14 bulan), mengurangi tingkat mortalitas pedet (kematian pedet 20 % menjadi 10 %), pengendalian eksport bibit. Sebagai realisasi dari berjalannya program tersebut, kini telah disebar sebanyak 4.351 ekor sapi (4.201 betina dan 150 ekor pejantan/pemacek) yang diterima oleh 252 kelompok (10.080 RTP).
Selanjutnya pada sambutan lain, Direktur Jenderal Peternakan menyampaikan penjelasan terkait dengan Program Swasembada Daging Sapi 2014. Dijelaskan bahwa sampai saat ini Rumah Tangga Usaha Peternakan berjumlah 5,6 juta dan sebagian besar memelihara sapi potong sebanyak 4,6 juta RT atau sekitar 80,4 % peternak di Indonesia memelihara sapi potong (BPS, 2009). Dari keseluruhan usaha yang ada sifat usaha yang dilaksanakan masih terbatas pada skala keluarga dengan performans produksi dan reproduksi relatif rendah.
Disisi lain Dirjen menjelaskan bahwa, volume permintaan daging sapi akan meningkat setiap tahunnya sesuai dengan pertambahan penduduk dan peningkatan pendapatan. Maka dari itu diperlukan sebuah upaya khusus untuk swasembada daging, yaitu dengan melaksanakan 13 kegiatan pokok dan operasional PSDS 2014. Sementara itu dalam upaya mendukung pelaksanaan BSS-NTB, pada tahun 2010 pemerintah telah menganggarkan dana mealui APBN berupa fasilitas bantuan sapi betina bibit senilai Rp. 3,045 miliar dan program penyelamatan sapi betina produktif senilai Rp. 10 miliar.
Pada agenda berikutnya anggota komisi IV DPR RI didampingi Bapak Direktur Jenderal Peternakan dan Kepala Dinas Provinsi beserta rombongan meninjau Pembibitan Sapi Rakyat Pide Lestari di desa Sintung Kec. Peringgarata, PMUK Kambing dan Domba, penerima LM3 di Pondok Pesantren Baiturahman, yang ada di kabupaten Lombok Tengah sebagai bentuk tinjauan dan evaluasi terhadap program yang dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
|