Kunjungan kerja Menteri Pertanian pada tanggal 27 Januari s/d 1 Pebruari 2009 ke Propinsi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah, merupakan tindak lanjut dari pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan oleh Presiden Republik Indonesia pada Juni 2005, Departemen Pertanian melaksanakan program pembangunan melalui tiga program utama, yaitu (1) Program Peningkatan Ketahanan Pangan; (2) Program Pengembangan Agribisnis; dan (3) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Ketiga program utama tersebut, dilaksanakan dalam beberapa kegiatan strategis, antara lain untuk sub sektor peternakan : Percepatan Swasembada Daging Sapi - P2SDS; Sarjana Membangun Desa – (SMD); dan Pengembangan Agribisnis melalui Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat - LM3.
Berbagai kegiatan tersebut perlu dimonitor dan dievaluasi melalui kunjungan kerja ke berbagai daerah. Dalam kunjungan kerja tersebut, dilakukan tinjauan lapangan dan dialog langsung dengan petani, penyuluh pertanian, aparatur lingkup pertanian, dan jajaran pemerintah daerah serta unsur masyarakat lainnya.
Hasil kunjungan kerja sangat bermanfaat untuk melihat secara langsung pelaksanaan dan hasil kegiatan-kegiatan di lapangan yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekaligus sebagai umpan balik bagi perumusan perencanaan dan kebijakan pembangunan ke depan.
Mencermati respon pelaku pembangunan peternakan di Daerah khususnya para petani/peternak, bahwa kegiatan Pengembangan Agribisnis melalui Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dan Sarjana Membangun Desa (SMD) sebagai kegiatan pendukung Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) sangat dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat mengharapkan untuk dilanjutkan dan diperluas/ditingkatkan.
Wilayah Selatan Pulau Jawa (Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah) pada umumnya didominasi oleh usaha pertanian lahan kering dengan potensi pengembangan peternakan khususnya sapi potong sangat tinggi namun belum diupayakan secara optimal. Dengan segala keterbatasannya, masyarakat mengharapkan bantuan sapi potong baik melalui program SMD, LM3 maupun kredit dengan bunga rendah.
Kegiatan Inseminasi Buatan (IB) sebagai salahsatu langkah operasional dalam upaya pencapaian swasembada daging sapi (PSDS) 2010 secara umum masih menghadapi kendala antara lain terbatasnya inseminator, kendaraan operasional, container, dan N2 cair. Untuk itu pemerintah akan terus berupaya untuk mengatasinya.
|