Pada tanggal 18 - 20 Mei 2009 di Jakarta telah dilakukan pertemuan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrembangtan) Tahun 2009 yang dibuka oleh Menteri Pertanian dengan peserta rapat meliputi Seluruh Kepala Dinas yang membidangi fungsi Departemen Pertanian seluruh Indonesia dan jajarannya, serta para Pejabat Eselon I, Eselon II dan Eselon III Lingkup Departemen Pertanian.
Pertemuan ini bermaksud untuk mensinkronkan pelaksanaan pembangunan antara pusat dengan daerah sekaligus untuk perencanaan pembangunan tahun 2010. Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Eselon I terkait. Untuk Pembangunan Sub Sektor Peternakan yang bertujuan meningkatkan kualitas kebijakan dan program yang mengarah pada pemanfaatan sumber daya lokal, membangun peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan serta membangun sistem peternakan nasional yang mampu memenuhi kebutuhan produk peternakan dan mensejahterakan peternakan.
Program prioritas yang dicanangkan Direktorat Jenderal Peternakan meliputi 1). Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS 2010) dengan sasaran peningkatan populasi, produksi, produktivitas serta perbaikan kelembagaan dengan kegiatan optimalisasi akseptor dan kelahiran IB, penangganan gangguan reproduksi, pengembangan Rumah Potong Hewan, pengendaliaan betina produktif, peningkatan mutu dan penyediaan bibit, pengembangan pakan lokal, intensifikasi kawin alam dan pengembangan SDM serta kelembagaan ; 2). Restrukturisasi Perunggasan untuk pengendalian Avian Influenza dengan penataan struktur hulu mulai dari pembangunan perbibitan, penyediaan alat pengolah ransum serta penyediaan obat/vaksin, penataan kawasan budidaya unggas yang meliputi penataan kawasan produksi dan non produksi serta penataan struktur hilir yang mencakup pembangunan penampungan sebelum dipotong, Rumah Potong Unggas, lalulintas ternak, pasar dan penanganan kotoran unggas; 3). Pengendalian penyakit hewan menular strategis dengan pendekatan kesehatan kelompok (herd health) dimana pengelolaan penyakit dalam populasi (disease management in populations) serta pelayanan diberikan sesuai tanggung jawab mencakup pelayanan kesehatan hewan (preventive veterinary medical services) dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan kesehatan masyarakat veteriner (Veterinary public health services); 4). Penyediaan Pangan Asal Hewan Yang ASUH dengan penerapan sistem jaminan keamanan pangan pada mata rantai produksi pangan asal hewan, pengamanan produk hewan, monitoring dan surveilans residu serta cemaran mikroba pada produk ternak, pengendalian zoonosis melalui monitoring, surveilans dan partisipasi masyarakat dan pembinaan kesejahteraan hewan; 5). Restrukturisasi Persusuan dengan penetapan harga susu segar (floor price) mengingat tidak adanya kepastian harga susu, peninjauan kembali bea masuk impor, peningkatan gerakan minum susu segar, memperkuat peranan pabrik susu milik koperasi, perbaikan manajemen budidaya ternak sapi perah dan peningkatan kualitas susu segar rakyat melalui penerapan teknologi.
|