Guna mendukung program Pembangunan Nasional, yang salah satunya adalah program swasembada daging di tahun 2010 dengan 2 (dua) system pendekatan yang terdiri dari system produksi dan system pengawasan from farm to table, dan untuk mensinergikan kegiatan penyidikan dan pengujian veteriner laboratorium kesmavet, agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penyidikan dan pengujian produk hewan oleh pengelolah laboratorium kesmavet antar UPT Pusat, UPTD Dinas Peternakan serta Dinas yang membidangi fungsi peternakan dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga hasil uji yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan dan dapat ditindaklanjuti, maka factor kesehatan masyarakat veteriner perlu mendapat perhatian antara lain
1. Perlu ditetapkan laboratorium veteriner,rujukan untuk jenis pengujian tertentu sesuai dengan ketersediaan fasilitas, SDM, dan kemampuan khusus yang dimikili oleh laboratorium tersebut serta sesuai dengan kebutuhan.
2. Agar tarif pengujian seragam diperlukan kebijakan umum komponen biaya yang harus diperhitungkan.
3. Laboratorium harus mensosialisasikan tugas pokok dan fungsinya serta pentingnya pengujian kepada stakeholders.
4. BBVet dan BPPV bersama-sama dengan Dinas yang membidangi fungsi Kesmavet/UPTD di wilayah kerjanya menetapkan lokasi dan jumlah sampel.
5. BPMPP, BBVet dan BPPV selain melaksanakan pembinaan teknis kepada laboratorium daerah juga
melaksanakan pembinaan system manajemen mutu sesuai ISO/11C 17025:2005.
6. Dalam pelaksanaan kegiatan Program Monitoring Surveilans Residu dan Cemaran Mikroba harus
selalu berpedoman pada prinsip-prinsip Epidemiologi.
7. Laboratorium tidak hanya mengirimkan data hasil pengujian saja tetapi juga harus diperhitungkan risk analisnya.
8. Lokasi pengambilan sampel dalam rangka pelaksanaan PMSR diutamakan unit usaha produk pangan asal hewan sekaligus dilakukan pembinaan.
9. Apabila Perusahaan pangan asal hewan yang tidak memenuhi kaidah-kaidah Kesmavet, UPT/Dinas
daearh segera melakukan pembinaan, apabila dianggap tidak mampu disarankan ditutup saja.
|